11th Anniversary of World Down Syndrome Day

Monday 21 March 2016 marks the 11th anniversary of World Down Syndrome Day. Each year the voice of people with Down syndrome, and those who live and work with them, grows louder.

People with Down syndrome, on an equal basis with other people, must be able to enjoy full and equal rights, both as children and adults. This includes the opportunity to participate fully in their communities.

The reality for many is that prevailing negative attitudes result in low expectations, discrimination and exclusion, creating communities where children and adults with Down syndrome cannot integrate successfully with their peers.

But where children with Down syndrome and other disabilities are given opportunities to participate, all children benefit from this and environments of friendship, acceptance, respect for everyone and high expectations are created.

Not only this, but these environments prepare all today’s children for life as tomorrow’s adults, enabling adults with Down syndrome to live, work and participate, with confidence and individual autonomy, fully included in society alongside their friends and peers.   

https://worlddownsyndromeday.org/wdsd-2016

 

SEMINAR DAN WORKSHOP SEHARI: DETEKSI DINI & MANAJEMEN KELAINAN PADA BALITA DALAM SETTING SEKOLAH DAN KELUARGA

Setiap individu berkembang karena interelasi aktif antara individu dan lingkungan. Kemampuan individu yang diidentifikasi merupakan dasar untuk perkembangan selanjutnya adalah potensi intelektual, kepribadian, emosi, kondisi fisiologisnya dan biologisnya. Faktor ini dapat dioptimalkan perkembangannya oleh stimulasi dari lingkungan. Dalam lingkungan anak terdapat berbagai faktor seperti orang tua, teman, lembaga, dan aktivitas yang masing-masing mempunyai peran berbeda dalam perkembangan anak. Antara faktor yang ada dalam diri individu dan faktor lingkungan saling berinteraksi, sehingga terbentuklah anak seperti yang ada saat ini (Santrock, 2011).

Interelasi antara individu dan lingkungan menimbulkan satu norma-norma tertentu pada kelompok usia. Norma atau acuan yang dimaksud oleh Havighurst (1972) disebut dengan tugas perkembangan. Tugas perkembangan dirumuskan oleh Havighurst adalah tugas yang muncul dalam kurun waktu tertentu dalam kehidupan individu yang harus dilaksanakan oleh individu agar timbul rasa kompeten dan puas. Tugas perkembangan dimulai sejak anak di dalam kandungan sampai individu mencapai usia lanjut. Jika individu berhasil menyelesaikan tugas perkembangan pada kurun waktu yang telah ditentukan, maka akan menimbulkan rasa kompetensi dalam memenuhi tuntutan masyarakat dan diri sendiri sehingga individu akan merasa bahagia. Selanjutnya individu akan masuk ke tugas perkembangan selanjutnya. Namun jika individu gagal dalam menyelesaikan tugas perkembangannya, maka akan timbul perasaan tidak kompeten.

 Jika tidak dipahami secara sempurna, kondisi ini dapat menyebabkan guru dan orang tua menjadi cemas dan kemungkinan timbul sikap negatif terhadap anak (Hallahan, Kauffman, & Pullen, 2012). Perlakuan yang kurang tepat pada anak akan memperparah keadaan. Kondisi ini lebih lanjut dapat menyebabkan anak menjadi kurang bahagia. Oleh  karena itu, keterampilan melakukan deteksi dini kelainan anak balita sangatlah penting, agar bisa tertangani sedini mungkin sehingga bisa mengoptimalkan perkembangan anak sesuai dengan tugas perkembangan.

 

 

 

Detail acara:

 

Sabtu, 9 April 2016
G-100 Fakultas Psikologi UGM

Seminar: Pukul 08.00-10.00
Ticket: Rp 75.000,-

Workshop 10.30-16.30
Ticket: Rp 225.000,-

Seminar + Workshop
Ticket: Rp 250.000,-

Bersama para pakar:
1. dr. Purboyo Solek Sp.A (K)
Konsultan Syaraf Anak, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fak. Kedokteran UNPAD
Dewan Pembina/Konsultasi Asosiasi Disleksia Indonesia
Penanggung jawab Pengembangan Program Kelas Layanan Khusus Disleksia, Kelas Vokasional dan Flexi School di Indigrow Child Development Center Bandung, Rumah Sakit Melinda 2

2. dr. Kristiantini Dewi Sp.A
Ketua Umum Asosiasi Disleksia Indonesia
Kelas Layanan Khusus Disleksia, Kelas Vokasional dan Flexi School di Indigrow Child Development Center Bandung, Rumah Sakit Melinda 2

3. Supra Wimbarti, M.Sc., Ph.D
Dosen Fakultas Psikologi UGM
Ahli Psikologi Anak Berkebutuhan Khusus
Ketua Asosiasi Penyelenggara Perguruan Tinggi Psikologi Indonesia

Output skill:
1. Ketrampilan melakukan deteksi dini kelainan anak balita (disleksia, autis, ADHD, CP, epilepsi).
2. Ketrampilan manajemen kelainan anak balita (disleksia, autis, ADHD, CP, epilepsi).

Anda yang harus hadir:
- Guru
- Psikolog
- Orangtua
- Dokter Anak
- Tokoh Masyarakat
- Mahasiswa Psikologi dan Pendidikan
- Pemerhati Pendidikan Inklusi

Pendaftaran
1. Mengisi formulir dengan cara:
Cara 1: mengisi formulir online di http://bit.ly/1R0bo78
atau 
Cara 2: melalui SMS/WA ke nomor 081327395698 dengan format
NAMA_PEKERJAAN_INSTITUSI_NO.HP_EMAIL 
2. Transfer biaya pendaftaran ke no. rek. Bank Mandiri 8888813073011029 a.n. UGM FPS CPMH KERJASAMA dengan referensi nomor HP Anda. 
3. Konfirmasi pendaftaran dengan mengirimkan bukti transfer ke email atau SMS/WA.

Contact Person:
CPMH (081327395698) |

Related Articles